1 Tetapkan keputusan
Nyatakan hal yang harus diputuskan: keberadaan zona kehilangan dukungan, pergerakan aktif, lokasi konfirmasi atau kelayakan suatu konsep penanganan.
2 Definisikan target
Identifikasi perkiraan material, geometri, rentang kedalaman, dimensi dan kontras terhadap kondisi sekitar. Jika target belum jelas, investigasi awal perlu mengurangi ketidakpastian tersebut sebelum menjanjikan gambaran definitif.
3 Susun urutan pengumpulan bukti
- Kumpulkan gambar, riwayat dan catatan investigasi terdahulu.
- Petakan kondisi dan tetapkan kontrol survei.
- Gunakan metode nondestruktif jika dapat mengidentifikasi pola atau anomali.
- Lakukan konfirmasi intrusif terarah jika diperlukan untuk keputusan.
- Korelasikan hasil antarmetode dengan fitur lokasi yang diketahui.
4 Sesuaikan metode dengan pertanyaan
Survei dan pemantauan mengukur geometri serta perubahan. GPR mengidentifikasi kontras yang dapat ditafsirkan pada kondisi sesuai. Sounding, probing, pengeboran, sampling dan pengujian in situ menyediakan bukti langsung atau lokal. Investigasi drainase dan utilitas dapat menjadi penting jika air diduga sebagai pemicu.
5 Dokumentasikan keterbatasan
Akses, tulangan, kelembapan, material konduktif, kepadatan objek, kedalaman, kondisi permukaan dan operasi dapat memengaruhi cakupan serta interpretasi. Laporkan zona yang belum terjawab dan tingkat keyakinan tanpa mengisi kekurangan dengan asumsi.
6 Buat hasil yang dapat digunakan
Sertakan denah beracuan, koordinat, pengaturan metode, cakupan, pengamatan, interpretasi, bukti pendukung dan keterbatasan yang jelas. Tunjukkan pengaruh setiap temuan terhadap keputusan.
Gunakan lingkup investigasi minimum yang tetap cukup untuk mendukung keputusan secara aman. Bukti relevan, tertelusur dan saling berkorelasi lebih penting daripada jumlah data semata.